Selama masa kehamilan, tubuh Bunda tentu mengalami banyak perubahan, baik yang terasa menyenangkan maupun yang kadang mengejutkan. Salah satunya adalah perubahan pada kulit yang mulai terasa lebih kencang, tertarik, atau muncul guratan halus yang sebelumnya tidak ada.
Stretch mark adalah kondisi yang umum terjadi pada ibu hamil. Bukan masalah kesehatan yang berbahaya, tetapi sering kali membuat Bunda merasa kurang nyaman atau kurang percaya diri. Perlu Bunda ketahui, stretch mark tidak hanya muncul di perut. Ada beberapa bagian tubuh lain yang juga cukup rentan mengalaminya seiring tubuh beradaptasi selama kehamilan.
Yuk, kenali satu per satu.
1. Lengan
Bagian lengan, terutama lengan atas, kerap mengalami peregangan akibat penambahan berat badan selama kehamilan. Jika elastisitas kulit berkurang, guratan halus bisa muncul tanpa disadari. Stretch mark di area ini sering kali tidak langsung terlihat karena tertutup lipatan kulit.
2. Payudara
Selama hamil, payudara mengalami perubahan ukuran dan bentuk sebagai persiapan menyusui. Peregangan kulit yang terjadi cukup cepat membuat stretch mark sering muncul di bagian bawah, samping, atau pangkal payudara. Kondisi ini normal dan dialami oleh banyak ibu hamil.
3. PinggulPinggul berada dekat dengan perut dan ikut mengalami peregangan seiring bertambahnya berat badan. Awalnya, stretch mark bisa tampak seperti garis-garis halus, lalu perlahan menjadi lebih jelas. Area ini termasuk salah satu bagian tubuh yang cukup sering mengalami stretch mark.
4. Paha
Stretch mark di paha biasanya muncul akibat pelebaran kulit yang terjadi dalam waktu singkat. Guratan halus bisa terlihat menyerupai bekas luka dan dapat semakin jelas seiring berjalannya waktu. Pada sebagian Bunda, guratan ini juga bisa menjalar dari perut ke pinggul hingga paha.
5. Punggung
Meski tidak selalu terlihat, punggung juga bisa menjadi area munculnya stretch mark. Penambahan berat badan dan perubahan postur tubuh selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi kulit di area ini. Pada beberapa Bunda, perubahan bisa berupa guratan halus atau tekstur kulit yang terasa lebih kasar.
6. Mons Pubis
Mons pubis adalah area di atas organ intim yang ditutupi rambut halus. Meski tidak mengalami peregangan sebesar perut, perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi kulit di area ini dan memicu munculnya stretch mark. Kondisi ini juga termasuk wajar ya, Bunda.
7. Perut
Bagian perut adalah area yang paling sering mengalami stretch mark. Seiring pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil di dalam kandungan, kulit perut meregang secara bertahap. Semakin bertambah usia kehamilan, kemungkinan munculnya stretch mark pun semakin besar.
Merawat Kulit Tetap Lembut Selama Kehamilan
Stretch mark pada ibu hamil adalah hal yang umum dan tidak mengganggu tumbuh kembang Si Kecil. Meski begitu, menjaga kelembapan kulit sejak dini tetap penting agar kulit terasa lebih nyaman dan lentur selama masa kehamilan.
Salah satu langkah sederhana yang bisa Bunda lakukan di rumah adalah merawat kulit dengan produk yang tepat. Konicare Minyak Zaitun dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas harian untuk membantu menjaga kulit tetap lembut dan terhidrasi. Kandungan olive oil di dalamnya dikenal mampu menutrisi kulit dan membantu kulit beradaptasi dengan peregangan yang terjadi selama kehamilan. Oleskan secara rutin sambil dipijat lembut pada area yang rentan mengalami stretch mark, seperti perut, payudara, pinggul, dan paha. Selain membantu merawat kulit, pijatan lembut juga dapat memberikan rasa rileks bagi Bunda. Lakukan secara konsisten sejak awal kehamilan agar kondisi kulit terawat dan elastisitasnya meningkat untuk mempersiapkan peregangan yang terjadi selama kehamilan.
Untuk info-info ringan dan tips menarik seputar kehamilan dan perawatan diri lainnya, Bunda juga bisa follow media sosial @bundakonicare di Instagram dan TikTok, ya.