Mom Guilt: Saat Bunda Lupa Bahwa Dirinya Juga Berharga

Pernahkah Bunda merasa bersalah karena tak sempat bermain dengan Si Kecil, menyiapkan bekal yang kurang rapi, atau mengambil waktu sejenak hanya untuk diri sendiri? Perasaan itu dikenal sebagai mom guilt, yaitu rasa bersalah yang sering menghantui banyak ibu, bahkan ketika mereka sudah berusaha sebaik mungkin.

Kenapa Mom Guilt Terjadi?

Di era modern, tekanan untuk menjadi ibu yang “sempurna” datang dari banyak arah. Ekspektasi sosial, tuntutan pekerjaan, hingga perbandingan di media sosial sering kali membuat Bunda merasa belum cukup baik. Melihat potret keluarga lain yang tampak ideal tanpa sadar memicu perasaan bersalah dan keinginan untuk membandingkan diri. Padahal, tidak ada satu pun pola asuh yang benar-benar sama; setiap keluarga punya ritme, nilai, dan kebutuhan yang berbeda.

Rasa bersalah juga bisa muncul karena perbedaan gaya parenting. Ketika cara Bunda mendidik anak tidak sama dengan orang lain, muncul kekhawatiran apakah keputusan yang diambil sudah tepat. Ditambah lagi, perubahan hormon, kurang tidur, dan kelelahan mental selama mengasuh anak dapat membuat Bunda lebih sensitif terhadap kritik, bahkan dari diri sendiri.

Lama-kelamaan, mom guilt membuat Bunda sulit menikmati momen kecil bersama Si Kecil karena terlalu sibuk menilai diri. Padahal, tidak ada ibu yang sempurna; yang ada hanyalah ibu yang berusaha setiap hari dengan cinta. Memaafkan diri, memberi waktu untuk istirahat, dan menerima bahwa setiap perjalanan keibuan itu unik adalah langkah penting untuk menemukan kembali kedamaian.

Dampak Mom Guilt

Rasa bersalah yang terus dipendam dapat menguras energi, menurunkan kepercayaan diri, dan memicu stres berkepanjangan. Bunda yang selalu merasa “kurang baik” sering kali menolak waktu istirahat, padahal tubuh dan pikiran juga perlu dipulihkan agar tetap seimbang.

Jika rasa bersalah berkembang disertai gejala seperti sulit tidur, mudah marah, kehilangan semangat, atau merasa tidak berdaya, ini bisa menjadi tanda bahwa Bunda memerlukan dukungan profesional. Berkonsultasilah dengan psikolog atau dokter untuk mendapatkan pandangan objektif serta strategi mengelola stres agar Bunda kembali merasa tenang.

Anak tidak membutuhkan Bunda yang sempurna, mereka hanya butuh Bunda yang hadir dengan penuh kasih dan kesadaran diri. Saat Bunda bahagia, kehangatan itu akan menular ke seluruh keluarga.

Cara Mengatasi Mom Guilt

Langkah pertama untuk meredakan mom guilt adalah menyadari bahwa perasaan itu manusiawi. Setiap ibu punya cara sendiri dalam menjalani perannya. Luangkan waktu untuk diri sendiri tanpa merasa bersalah, entah dengan secangkir teh hangat, napas panjang, atau pelukan kecil dengan Si Kecil.

Cobalah menciptakan suasana rileks di rumah dengan sentuhan lembut Konicare Minyak Telon Plus 3in1. Kehangatannya memberi rasa nyaman dan tenang, sekaligus membantu momen bonding bersama Si Kecil menjadi lebih hangat. Mengandung Jojoba Oil yang melembutkan kulit, serta Citronella dan Lavender Oil yang melindungi dari gigitan nyamuk hingga 8 jam, menjadikannya sebagai telon + skincare yang merawat Si Kecil dengan wangi lembut premium yang menenangkan hati Bunda.

Hari Ibu: Saatnya Menghargai Diri Sendiri

Di Hari Ibu, mungkin Bunda terbiasa memberikan segalanya untuk keluarga. Tapi kali ini, berikan sedikit ruang untuk diri sendiri. Rayakan setiap upaya, kesabaran, dan cinta yang sudah Bunda berikan setiap hari. Karena menjadi ibu bukan tentang seberapa sempurna Bunda menjalani hari, melainkan tentang seberapa tulus Bunda mencintai.

Setiap pelukan, setiap wangi lembut, dan setiap tawa kecil bersama Si Kecil adalah bukti cinta yang tak tergantikan.

Selamat Hari Ibu, Bunda Hebat!



Artikel Terkait

BACK TO TOP