Kenapa Anak Mudah Tantrum? Coba Cek Nutrisi Hariannya!

Setiap Bunda pasti ingin melihat Si Kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas, tenang secara emosi, dan percaya diri menghadapi dunia. Semua itu bukan hanya soal stimulasi atau pendidikan, tetapi berangkat dari satu fondasi penting yang sering terlupakan, yaitu gizi seimbang.

Nutrisi yang tepat tidak hanya mengisi perut, tetapi membangun otaknya, memengaruhi mood-nya, dan membantu ia mengatur emosi sehari-hari. Untuk membantu Bunda memahami perannya, berikut penjelasan sederhana tentang bagaimana gizi bekerja membentuk otak dan karakter anak.

1. Bagaimana Gizi Mempengaruhi Perkembangan Otak Anak

Perkembangan otak berlangsung cepat sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, lalu berlanjut hingga dewasa muda. Di fase ini, nutrisi berperan besar dalam pembentukan sel saraf, koneksi antar-neuron, serta kemampuan berpikir.

Beberapa nutrisi penting untuk otak antara lain:

  • Protein: membangun jaringan otak.
  • Lemak sehat (termasuk omega-3): mendukung pembentukan mielin, lapisan pelindung yang mempercepat transmisi sinyal.
  • Zat besi: membantu membawa oksigen ke otak, sehingga mendukung fokus dan daya ingat.
  • Yodium & asam folat: mendukung perkembangan sel saraf dan fungsi kognitif.

Inilah alasan mengapa 1.000 hari pertama kehidupan menjadi periode emas. Asupan gizi yang baik sejak hamil hingga usia dua tahun dapat membantu menurunkan risiko gangguan kognitif dan emosional dalam jangka panjang.

2. Gizi & Emosi: Apa Hubungannya?

Emosi anak sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan biokimia di tubuhnya (yaitu proses reaksi kimia alami yang mengatur energi, hormon, dan mood). Beberapa faktor yang sering membuat anak lebih sensitif atau mudah tantrum antara lain:

  • Gula darah tidak stabil → anak mudah marah, sulit fokus.
  • Kurang lemak sehat → membuat anak gelisah dan sulit tidur.
  • Kurang serat & probiotik → pencernaan terganggu, mood ikut terpengaruh (gut-brain connection).
  • Kekurangan zat besi → anak mudah lemas dan lebih emosional.

Jadi ketika Si Kecil tantrum atau terlihat lebih emosional dari biasanya, asupan gizinya juga perlu diperhatikan, bukan hanya perilakunya.

3. Contoh Pola Makan Seimbang untuk Mendukung Otak & Emosi

Bunda tidak perlu membuat menu rumit. Yang penting seimbang, konsisten, dan familiar untuk anak. Berikut contoh gabungan nutrisi yang ramah untuk otak sekaligus emosi:

  • Sumber protein: telur, ikan, ayam, tempe, tahu.
  • Lemak sehat: alpukat, telur, ikan berlemak seperti salmon atau tongkol.
  • Sumber zat besi: daging merah, bayam, kacang-kacangan.
  • Karbohidrat baik: nasi, kentang, oatmeal.
  • Vitamin & mineral: sayuran warna-warni, buah segar.
  • Camilan sehat: yogurt tanpa gula tambahan, pisang, potongan buah.

Trik mudah: pastikan setiap piring Si Kecil punya 4 warna (putih, hijau, kuning-oranye, merah-ungu). Semakin berwarna, semakin kaya nutrisi otaknya.

4. Peran Orang Tua dalam Mendukung Gizi & Aktivitas Anak

Kunci keberhasilan gizi bukan hanya makanannya, tetapi kebiasaan yang dibangun orang tua. Beberapa hal sederhana yang efektif:

  • Ajak Si Kecil memilih menu agar ia lebih semangat makan.
  • Terapkan jam makan yang teratur.
  • Batasi makanan manis berlebih.
  • Pastikan ia rutin bergerak untuk membantu regulasi emosinya.
  • Ciptakan suasana makan yang tenang, tanpa tekanan.

Kenyamanan tubuh juga berperan besar karena anak yang nyaman cenderung lebih stabil secara emosi.

Dukung Rutinitas Harian Anak dengan Sentuhan yang Menenangkan

Ketika aktivitasnya meningkat, mood anak sering berubah-ubah. Untuk membantu tubuhnya tetap hangat dan nyaman, Bunda dapat mengoleskan Konicare Minyak Telon Plus Lavender setelah mandi atau sebelum tidur. Kehangatannya yang pas untuk membantu mencegah perut kembung dan masuk angin, dengan kandungan essential oil lavender memberi rasa tenang yang mendukung kestabilan emosi. Wanginya yang lembut premium, menenangkan dan dapat membantu melindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk dan serangga hingga 8 jam.

Sentuhan lembut seperti ini menjadi bagian kecil dari rutinitas harian yang membuat anak merasa aman dan lebih siap menghadapi aktivitas hari berikutnya.

Gizi seimbang adalah fondasi utama bagi kecerdasan, karakter, dan kesehatan emosional anak. Dengan kombinasi nutrisi yang tepat, rutinitas yang mendukung, serta dukungan hangat dari Bunda, Si Kecil dapat tumbuh dengan otak yang kuat dan emosi yang lebih stabil. Untuk tips parenting lainnya yang relevan, Bunda bisa bergabung di Bunda VIP Club atau follow Instagram & TikTok @bundakonicare, ya!



___

Referensi:

Columbia Asia: Dampak Gizi Buruk pada Perkembangan Otak Anak [Daring]. Tautan: https://columbiaasia.co.id/artikel/dampak-gizi-buruk-pada-perkembangan-otak-anak/



Informasi Terkait

BACK TO TOP