Saat bayi lain sibuk merangkak ke sana kemari, Si Kecil justru lebih suka berdiri sambil berpegangan dan mencoba melangkah. Perbedaan ini sebenarnya cukup umum karena setiap bayi dapat memiliki jalur perkembangan motorik yang berbeda.
Bayi berjalan tanpa melalui fase merangkak bukan menjadi tanda adanya masalah. Yang lebih penting diperhatikan adalah apakah Si Kecil tetap aktif bergerak, mampu berpindah posisi, menggunakan tangan dan kaki secara seimbang, serta menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu1,2.
Apakah Merangkak Tahapan yang Wajib?
Merangkak umumnya mulai terlihat sekitar usia 7 sampai 10 bulan. Aktivitas ini membantu melatih kekuatan tubuh, keseimbangan, dan koordinasi tangan dan kaki, sekaligus memberi kesempatan bagi bayi untuk menjelajahi lingkungan dengan lebih mandiri1,2.
Namun, tidak semua bayi merangkak dengan posisi tangan dan lutut. Banyak yang menemukan cara bergerak sendiri sebelum akhirnya belajar berdiri dan berjalan, seperti merayap dengan perut, menggeser bokong, atau berguling. Artinya, merangkak memang bermanfaat, tetapi bukan satu-satunya penentu perkembangan motorik yang sehat. Hal yang lebih penting adalah melihat apakah Si Kecil tetap bergerak aktif dan terus memperoleh kemampuan baru1,2.
Kenali Tahapan Motorik Kasar Bayi
Setiap bayi dapat berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Namun, tahapan berikut dapat menjadi gambaran umum bagi Bunda:
- Sekitar 6 bulan: mulai berguling dari tengkurap ke telentang, menopang tubuh dengan lengan saat tengkurap, dan menggunakan tangan untuk membantu duduk.
- Sekitar 9 bulan: mulai dapat duduk tanpa bantuan dan berpindah sendiri ke posisi duduk.
- Sekitar 12 bulan: menarik tubuh untuk berdiri dan berjalan sambil berpegangan pada furnitur.
- Sekitar 15 bulan: mulai mencoba beberapa langkah tanpa bantuan.
- Sekitar 18 bulan: umumnya sudah dapat berjalan sendiri tanpa berpegangan3.
Tahapan ini merupakan panduan untuk mengamati perkembangan, bukan tenggat yang harus dicapai tepat pada usia tersebut atau bahan untuk membandingkan Si Kecil dengan bayi lain, ya Bunda3.
Kenapa Ada Bayi yang Tidak Melewati Fase Merangkak?
Ada beberapa hal yang dapat membuat Si Kecil tidak merangkak dengan cara yang umum, antara lain:
- menemukan cara lain yang terasa lebih mudah untuk berpindah tempat, seperti merayap dengan perut, menggeser bokong, atau berguling
- lebih tertarik berdiri dan berjalan sambil berpegangan
- belum banyak mendapat kesempatan bermain bebas di lantai
memiliki kekuatan tubuh, rasa percaya diri, dan ketertarikan pada gerakan yang berbeda
3 Cara Mendukung Perkembangan Motorik Si Kecil
1. Berikan waktu bermain di lantai
Sediakan ruang yang datar dan aman agar Si Kecil dapat bergerak bebas. Bunda juga dapat rutin melakukan tummy time saat bayi terjaga untuk membantu memperkuat otot leher, bahu, punggung, dan tubuh bagian atas. Mulailah dengan durasi singkat, lalu tambah secara bertahap sesuai kenyamanan Si Kecil2.
2. Ajak bergerak tanpa memaksa
Letakkan mainan favorit sedikit di luar jangkauan agar Si Kecil tertarik berguling, merayap, menggeser tubuh, atau mencoba merangkak untuk mengambilnya.
Berikan pujian saat ia berusaha, tetapi hindari memaksakan posisi tangan dan kakinya atau membandingkannya dengan bayi lain. Pastikan juga area bermain bebas dari benda kecil, kabel, sudut tajam, tangga terbuka, atau furnitur yang mudah roboh3.
3. Seimbangkan waktu aktif dan istirahat
Setelah aktif bergerak, Si Kecil juga membutuhkan waktu untuk beristirahat. Bunda dapat melanjutkan rutinitas setelah mandi dengan pijatan lembut menggunakan Konicare Minyak Telon Plus 3in1. Triple Care Formula-nya menggabungkan manfaat telon dan skincare untuk membantu menghangatkan tubuh, mencegah perut kembung, melindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk hingga 8 jam, sekaligus membantu melembutkan kulit dengan kandungan Jojoba Oil.
Untuk rutinitas malam, Bunda dapat memilih Konicare Minyak Telon Plus Lavender dengan calming lavender dan wangi lembut premium dari essential oil pilihan. Kandungan bahan alaminya aman digunakan setiap hari untuk membantu meredakan perut kembung serta melindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk dan serangga, sehingga waktu istirahatnya terasa lebih nyaman.
Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter?
Tidak merangkak saja belum tentu menandakan masalah. Namun, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila Si Kecil menunjukkan kondisi berikut:
- belum dapat duduk tanpa bantuan pada usia sekitar 9 bulan
- belum menunjukkan usaha untuk bergerak atau berpindah tempat pada usia 12 bulan
- belum dapat menarik tubuh untuk berdiri atau berjalan sambil berpegangan pada usia sekitar 12 bulan
- belum mencoba beberapa langkah sendiri pada usia sekitar 15 bulan
- belum dapat berjalan tanpa bantuan pada usia 18 bulan
- lebih sering menggunakan satu sisi tubuh atau menyeret salah satu tangan maupun kaki
- tubuh terlihat sangat kaku atau justru terlalu lemas
- kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai
Bunda tidak perlu menunggu seluruh tanda tersebut muncul. Bila cara bergerak atau perkembangan Si Kecil terasa berbeda, sampaikan saat pemeriksaan rutin agar dokter dapat menilai apakah ia masih berada dalam variasi perkembangan yang normal atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut2,3.
Setiap Bayi Memiliki Jalannya SendiriTidak merangkak sebelum berjalan bukan berarti Si Kecil bermasalah. Bisa jadi, ia hanya memiliki cara bergerak yang berbeda. Berikan ruang yang aman untuk bereksplorasi dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika ada hal yang terasa mengkhawatirkan.
Jangan lupa tonton video eksklusif seputar tumbuh kembang Si Kecil di Konicare VIP Class. Ikuti juga Instagram dan TikTok @bundakonicare untuk mendapatkan berbagai tips praktis lainnya dari Konicare VIP Experts.
___
1 American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. Movement Milestones in Babies 8 to 12 Months Old.
2 NHS. Baby Moves.
3 Centers for Disease Control and Prevention. CDC’s Developmental Milestones.
4 American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. Sleeping Through the Night dan Getting Your Baby to Sleep.