Jangan Salah Kaprah, Ini Arti Tangisan Bayi yang Perlu Bunda Tahu

Mungkin Bunda pernah mendengar nasihat seperti ini: “Biarin aja bayinya menangis, nanti paru-parunya jadi kuat.” Bahkan ada yang percaya, semakin keras tangisan bayi, semakin baik untuk perkembangan jantung dan paru-parunya.

Mitos ini masih cukup sering beredar dan membuat sebagian orang tua ragu, apakah harus segera menenangkan bayi atau justru membiarkannya menangis. Padahal, memahami makna tangisan bayi sangat penting di masa awal kehidupannya.

Benarkah Tangisan Menguatkan Paru-paru Bayi?

Menurut William Sears, M.D., seorang dokter anak dan pakar parenting dari Amerika, anggapan bahwa tangisan bayi dapat menguatkan paru-paru adalah mitos yang keliru. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa membiarkan bayi menangis keras akan membuat organ pernapasannya menjadi lebih kuat.

Sebaliknya, tangisan adalah cara utama bayi berkomunikasi. Bayi menangis bukan untuk “melatih” tubuhnya, melainkan untuk menyampaikan kebutuhan, seperti lapar, tidak nyaman, kedinginan, kepanasan, lelah, atau butuh sentuhan.

Tangisan Bayi dan Naluri Orang Tua

Saat bayi menangis, tubuh orang tua secara alami akan merespons. Detak jantung meningkat, emosi terpicu, dan muncul dorongan kuat untuk segera menenangkan Si Kecil. Ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari naluri dasar orang tua untuk merawat dan melindungi bayinya.

Jika tangisan ini terus diabaikan dengan alasan “nanti juga berhenti sendiri”, orang tua justru bisa menjadi kurang peka terhadap sinyal yang diberikan bayi. Dalam jangka panjang, hal ini berisiko mengganggu rasa aman dan kelekatan emosional antara bayi dan orang tua.

Jadi, Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Bayi Menangis?

Alih-alih membiarkan bayi menangis dengan harapan tubuhnya menjadi lebih kuat, langkah terbaik adalah merespons dengan penuh perhatian. Dengarkan intuisi Bunda. Jika bayi menangis, kemungkinan besar ia memang sedang membutuhkan sesuatu.

Menenangkan bayi sejak dini membantu membangun rasa aman, kepercayaan, dan kenyamanan emosional. Bayi yang merasa diperhatikan justru akan lebih tenang seiring bertambahnya usia.

Membantu Bayi Lebih Tenang dengan Sentuhan Lembut

Sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur atau setelah bayi selesai menangis, Bunda bisa menghadirkan momen transisi yang lebih tenang lewat sentuhan lembut. Mengoleskan Konicare Minyak Telon Plus Lavender sambil berbicara pelan atau menimang bayi membantu Si Kecil merasa lebih nyaman dan diperhatikan kebutuhannya.

Terbuat dari essential oil pilihan dengan wangi lembut premium, aroma calming lavendernya membantu menciptakan suasana yang lebih tenang tanpa stimulasi berlebihan. Kehangatan alaminya juga membantu mencegah perut kembung, sekaligus melindungi bayi dari gigitan nyamuk dan serangga hingga 8 jam, sehingga waktu istirahat Si Kecil terasa lebih nyaman dan tidak mudah terganggu. Untuk tips dan insight parenting lainnya, jangan lupa follow Instagram dan TikTok @bundakonicare, ya Bun.


Artikel Terkait

BACK TO TOP