Pernahkah Bun merasa jadi lebih mudah lupa atau suasana hati berubah dengan cepat selama masa kehamilan? Misalnya lupa meletakkan barang, sulit berkonsentrasi, atau tiba-tiba merasa lebih sensitif terhadap hal-hal kecil. Jika iya, Bunda tidak sendirian.
Kondisi ini cukup sering dialami oleh ibu hamil dan dikenal dengan istilah baby brain atau pregnancy brain. Meski terkadang membuat Bunda merasa tidak nyaman, perubahan ini umumnya merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh selama kehamilan. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan baby brain terjadi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Baby Brain?
Baby brain adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan kemampuan mengingat, fokus, dan konsentrasi yang dialami sebagian ibu selama masa kehamilan. Meski sering dianggap hanya mitos, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan ini memang memiliki dasar ilmiah. Para peneliti menemukan bahwa selama kehamilan terjadi perubahan pada aktivitas dan struktur otak yang membantu Bunda membangun ikatan emosional yang lebih kuat dengan Si Kecil sejak masih berada di dalam kandungan. Dengan kata lain, tubuh sedang mempersiapkan Bunda untuk lebih peka terhadap kebutuhan bayi setelah lahir.
Salah satu penelitian dari tim psikolog Royal Holloway, University of London yang dipimpin oleh Dr. Victoria Bourne menjelaskan bahwa perubahan tersebut berkaitan dengan peningkatan aktivitas pada area otak yang berperan dalam pemrosesan emosi dan kemampuan memahami sinyal dari bayi.
Mengapa Bunda Menjadi Lebih Mudah Lupa Saat Hamil?
Ada beberapa faktor yang diduga berperan dalam munculnya baby brain selama kehamilan.
1. Perubahan Psikologis
Kehamilan membawa banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Di satu sisi, Bunda tentu merasa bahagia menyambut kehadiran Si Kecil. Namun di sisi lain, muncul juga berbagai kekhawatiran, seperti proses persalinan, kesehatan janin, hingga kesiapan menjadi orang tua. Perasaan yang bercampur antara bahagia, antusias, dan cemas dapat membuat pikiran menjadi lebih penuh. Akibatnya, kemampuan berkonsentrasi dan mengingat hal-hal kecil bisa sedikit menurun. Selama perasaan tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila rasa cemas mulai berlebihan atau berlangsung terus-menerus, Bunda dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan pendampingan yang sesuai.
2. Perubahan Hormon Selama Kehamilan
Kehamilan menyebabkan peningkatan hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah yang cukup besar. Kedua hormon ini berperan penting dalam menjaga kehamilan dan mendukung perkembangan Si Kecil. Di sisi lain, perubahan hormon juga dapat memengaruhi fungsi otak yang berkaitan dengan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir. Itulah sebabnya Bunda mungkin lebih sering lupa terhadap hal-hal sederhana, seperti jadwal, tempat menyimpan barang, atau daftar belanja. Selain itu, perubahan hormon juga berkontribusi terhadap munculnya mood swing, sehingga emosi terasa lebih sensitif dibandingkan biasanya.
3. Kebutuhan Zat Besi yang Meningkat
Selama hamil, kebutuhan zat besi meningkat karena tubuh harus memproduksi lebih banyak sel darah merah untuk memenuhi kebutuhan Bunda dan Si Kecil. Jika asupan zat besi tidak mencukupi, risiko anemia dapat meningkat. Kondisi ini menyebabkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak, menjadi kurang optimal. Akibatnya, Bunda bisa merasa lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga menjadi lebih pelupa. Oleh karena itu, menjaga asupan makanan bergizi yang kaya zat besi dan mengikuti anjuran suplemen dari dokter menjadi langkah penting selama masa kehamilan.
4. Kurang Tidur
Tidak sedikit ibu hamil mengalami gangguan tidur, terutama saat usia kehamilan semakin besar. Perubahan posisi tidur, sering buang air kecil pada malam hari, nyeri punggung, atau gerakan Si Kecil di dalam kandungan dapat membuat kualitas tidur menurun. Kurang tidur terbukti dapat memengaruhi kemampuan otak dalam menyimpan dan mengingat informasi. Hal ini juga membuat tubuh terasa lebih lelah sehingga fokus menjadi berkurang.
5. Tubuh Sedang Bekerja Lebih Keras
Selama kehamilan, tubuh Bunda bekerja tanpa henti untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil. Energi yang digunakan menjadi lebih besar dibandingkan biasanya. Tidak heran jika sebagian ibu hamil merasa lebih cepat lelah. Saat tubuh sedang beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut, kemampuan berkonsentrasi juga bisa ikut menurun sebagai respons yang normal.
Apakah Baby Brain Berbahaya?
Pada umumnya, baby brain bukanlah kondisi yang berbahaya. Perubahan ini biasanya bersifat sementara dan akan berangsur membaik setelah persalinan atau beberapa waktu setelah Bunda menjalani masa nifas. Meski demikian, apabila gangguan daya ingat terasa sangat berat, disertai kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, atau muncul perubahan suasana hati yang ekstrem, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter agar dapat diketahui penyebabnya secara lebih jelas.
Cara Membantu Mengurangi Baby Brain
Walaupun baby brain merupakan bagian dari adaptasi tubuh, berikut beberapa hal yang dapat membantu Bunda menjalani masa kehamilan dengan lebih nyaman,
- Istirahat yang cukup sesuai kebutuhan tubuh.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sumber zat besi, protein, vitamin, dan mineral.
- Mencatat jadwal penting atau membuat daftar kegiatan harian agar lebih mudah diingat.
- Melakukan aktivitas fisik ringan sesuai anjuran dokter.
- Meluangkan waktu untuk relaksasi agar pikiran terasa lebih tenang.
- Tidak ragu meminta bantuan pasangan atau keluarga ketika merasa kewalahan.
Yang tidak kalah penting, Bunda juga perlu memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beradaptasi. Tidak perlu merasa bersalah apabila sesekali lupa atau menjadi lebih emosional, karena tubuh memang sedang bekerja luar biasa untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil.
Menjalani kehamilan memang menghadirkan banyak perubahan, tetapi Bunda tidak perlu menghadapinya sendirian. Dengan memahami setiap perubahan yang terjadi dan terus mencari informasi dari sumber yang terpercaya, Bunda dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang dan percaya diri demi kesehatan diri sendiri maupun Si Kecil.
Jangan lewatkan juga berbagai artikel edukatif seputar kehamilan, persalinan, tumbuh kembang Si Kecil, hingga tips parenting lainnya dengan bergabung di VIP Club Konicare. Bunda juga bisa menikmati berbagai fitur menarik dan informasi terbaru yang siap menemani setiap langkah perjalanan menjadi orang tua. Karena bagi setiap keluarga Indonesia, Pilihan Terbaik Pasti Konicare.