Penyebab Anak Picky Eater dan Tips Menghadapinya

Rasanya pernah ya Bun, momen ketika Bunda sudah memasak dengan penuh perhatian, lalu saat disajikan, Si Kecil hanya melihat sebentar dan menggeleng pelan. Situasi seperti ini, mungkin membuat emosi Bunda seperti roller coaster, antara khawatir, lelah, dan bertanya-tanya apakah Si Kecil sedang memasuki fase picky eater atau hanya sedang lelah hari itu. Di balik semua dinamika itu, Bunda tentu ingin memastikan Si Kecil tetap nyaman, mau mencoba, dan menikmati waktu makan bersama. Nah, sebelum mencari cara untuk mengatasinya, ada baiknya Bunda memahami dulu apa yang mungkin membuatnya memilih-milih makanan.

1. Pola Makan yang Belum Teratur
Penolakan makan sering kali bukan karena Si Kecil tidak suka, tapi karena tubuhnya memang belum siap. Ia bisa saja masih kenyang, terlalu lelah, atau sedang asyik bermain. Cobalah amati kapan biasanya ia mulai mencari camilan atau menunjukkan tanda lapar. Dengan mengikuti ritme alaminya, waktu makan bisa jadi lebih tenang dan menyenangkan tanpa drama, tanpa paksaan.

2. Sensitivitas terhadap Rasa dan Tekstur
Beberapa anak memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap rasa, aroma, atau tekstur makanan tertentu. Mungkin ia pernah tidak nyaman dengan menu serupa sebelumnya dan kini mengingat pengalaman itu. Untuk membantunya lebih terbuka, Bunda bisa mencoba variasi sederhana, seperti ubah bentuk potongan, tambahkan warna, atau sajikan dengan tampilan yang lebih menarik. Kadang, sedikit kreativitas bisa membuatnya lebih berani mencicip.

3. Selera yang Sedang Berkembang
Selera makan anak terus berubah seiring pertumbuhannya. Hari ini ia suka brokoli, besok bisa saja hanya mau nasi putih. Tenang Bun, karena hal tersebut wajar. Makan bersama keluarga bisa menjadi contoh nyata yang mendorongnya lebih terbuka terhadap rasa baru. Melihat orang tua menikmati makanan membuatnya merasa aman untuk mencoba hal yang sama.

4. Terlalu Banyak Camilan sebelum Waktu Makan
Jika Si Kecil baru saja mendapat camilan sebelum makan utama, wajar kalau ia tampak tidak lapar. Perut kecilnya cepat terisi. Jaga jarak antara waktu camilan dan makan agar tubuhnya kembali mengirim sinyal lapar. Dengan begitu, ia bisa menikmati waktu makan tanpa dipaksa.

Sentuhan Hangat untuk Waktu Makan yang Lebih Nyaman
Selama fase belajar makan, penting juga memastikan tubuhnya tetap nyaman. Bunda dapat mengoleskan Konicare Minyak Kayu Putih Plus sebelum atau setelah aktivitas makan. Dengan level hangat yang lembut untuk kulit Si Kecil, membantu meredakan perut kembung yang sering membuat anak tidak nyaman saat makan. Teksturnya ringan, mudah meresap, wanginya lembut tidak menyengat karena terbuat dari premium essential oil, yang lebih aman untuk kulit lembut Si Kecil. Selain itu, Konicare Minyak Kayu Putih Plus juga memberikan perlindungan dari gigitan nyamuk dan serangga hingga 8 jam, membuat waktu bermain dan belajar makan terasa lebih tenang bagi Bunda dan Si Kecil.

Menemani Perjalanan Belajar Makan dengan Sabar
Setiap anak punya ritme dan selera yang unik. Kuncinya bukan memaksanya makan, tapi menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan kesabaran. Saat Bunda mendampingi dengan tenang, Si Kecil akan belajar menikmati prosesnya tanpa tekanan.

Jika Bunda ingin memahami lebih dalam tentang pola makan dan tumbuh kembang anak, yuk tonton video eksklusif dari para ahli di kanal Konicare VIP Class. Di sana, Bunda bisa menemukan panduan dan inspirasi agar perjalanan pengasuhan terasa lebih ringan dan penuh dukungan.



Artikel Terkait

BACK TO TOP