Sering Merasa ‘Bukan Jadi Diri Sendiri’? Mungkin Ini Flamingo Era

Bunda, apakah pernah merasa seperti kehilangan sebagian diri setelah menjadi ibu? Seakan warna-warna cerah yang dulu memenuhi hidup berubah menjadi pudar karena semua energi dan perhatian tercurah untuk keluarga. Perasaan ini sangat umum, meski jarang dibicarakan. Dalam psikologi, perubahan identitas ini dikenal sebagai matrescence, yaitu proses perkembangan emosional, hormonal, dan sosial ketika seorang perempuan memasuki peran sebagai ibu.

Mengapa Banyak Ibu Merasa Kehilangan Diri

Psikoanalisis Daniel Stern dalam bukunya The Motherhood Constellation (1995) menjelaskan bahwa menjadi ibu tidak hanya berarti perubahan peran, tetapi perubahan struktur identitas. Fokus hidup yang sebelumnya berpusat pada diri sendiri, kini bergeser kuat pada bayi.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa beban mental ibu meningkat signifikan setelah melahirkan. Coates, R., Ayers, S., & de Visser, R. (2014) dalam Women’s experiences of postnatal distress; menemukan bahwa tekanan multitugas, ekspektasi sosial, dan kurangnya dukungan dapat membuat ibu merasa terputus dari minat serta identitas diri sebelumnya. 

Contoh yang sering terjadi antara lain saat ibu berhenti melakukan aktivitas yang dulu memberi energi, seperti membaca, menari, berolahraga, atau bertemu teman, karena waktu dan tenaga sudah habis untuk memenuhi kebutuhan anak.

Menemukan Kembali Warna Diri di Tengah Tuntutan Peran Ibu

Dalam teori Maternal Role Attainment, Rubin (1967) menjelaskan bahwa identitas keibuan tidak muncul secara instan. Ibu melewati proses berlapis sampai akhirnya mencapai tahap “personal”, yaitu ketika ia merasakan keselarasan antara dirinya sebagai individu dan dirinya sebagai ibu. Tahap inilah yang kerap diartikan sebagai proses pemulihan identitas setelah kelahiran. Pemulihan identitas ini tidak terjadi secara cepat, tetapi berlangsung melalui langkah-langkah kecil yang konsisten. 

Ibu dapat memulainya dengan menyediakan waktu singkat untuk aktivitas pribadi, berbagi beban pengasuhan dengan pasangan, memberi ruang bagi dirinya untuk beristirahat, serta perlahan kembali melakukan hobi yang pernah memberikan rasa nyaman dan kendali diri. Ketika seorang ibu dapat terhubung kembali dengan dirinya, ia bukan hanya merasa lebih stabil secara emosional tetapi juga menjadi lebih mampu hadir secara penuh dan responsif terhadap kebutuhan anaknya.

Aroma Lembut sebagai Pengingat Kedekatan yang Menenangkan

Momen bersama Si Kecil sering menjadi jeda kecil yang mengingatkan bahwa menjadi ibu bukan hanya tentang memberi tanpa henti, tetapi juga menemukan kembali ketenangan lewat kehadiran anak. Rutinitas sederhana seperti memijat lembut tubuh bayi atau menghangatkannya setelah mandi bisa menjadi ruang hening yang menenangkan, momen di mana ibu ikut bernafas lebih pelan dan kembali merasa terhubung dengan dirinya sendiri.

Konicare Minyak Telon Plus Lavender menghadirkan kehangatan telon dengan calmingnya aroma lavender essential oil yang lembut, membantu menciptakan nuansa lebih rileks saat bersama Si Kecil. Keharumannya yang menenangkan membuat ritual harian terasa lebih hangat, sehingga ibu bisa merasakan kembali kedekatan yang lembut, penuh kasih, dan menghadirkan ketenangan dalam setiap sentuhan.

Flamingo Era Bukan Akhir Warna Ibu, Tetapi Awal Baru

Perubahan identitas adalah bagian alami dari perjalanan menjadi ibu. Ibu tidak kehilangan warnanya, ia sedang belajar menciptakan palet baru. Saat Bunda merawat diri pelan-pelan, warna itu akan kembali, bahkan lebih matang dari sebelumnya.

Memulihkan diri sebagai ibu adalah perjalanan panjang, tapi Bunda tidak harus menempuhnya sendiri. Ikuti lebih banyak insight, dukungan emosional, dan inspirasi hangat seputar motherhood dengan follow Instagram dan TikTok @bundakonicare agar setiap hari terasa lebih ringan.





___

Referensi: 

Stern, D. N. (1995). The Motherhood Constellation: A Unified View of Parent-infant Psychotherapy. Basic Books.

Rubin, R. (1967). Attainment of the Maternal Role. Nursing Research, 16(3), 237–245.

Coates, R., Ayers, S., & de Visser, R. (2014). Women’s experiences of postnatal distress: a qualitative study. BMC Pregnancy and Childbirth.



Artikel Terkait

BACK TO TOP