Saat Si Kecil mulai belajar berdiri dan berjalan, Bunda mungkin memperhatikan bentuk kakinya tampak menyerupai huruf O. Kondisi ini dikenal dengan kaki O atau bow legged, dan cukup sering terjadi pada anak usia balita. Pada banyak kasus, bentuk ini merupakan bagian dari proses pertumbuhan tulang yang akan membaik seiring waktu. Namun ada juga kondisi tertentu yang membuat kaki O perlu ditangani lebih serius.
Agar Bunda lebih memahami, berikut penjelasan penyebab dan langkah yang bisa dilakukan.
Penyebab Kaki O Pada Balita
1. Proses Pertumbuhan Tulang (Fisiologis)
Pada sebagian besar balita, kaki O muncul secara alami selama proses tumbuh kembang. Saat ia belajar menapak dan berjalan, bentuk tulangnya belum sepenuhnya kuat sehingga tampak melengkung. Kondisi ini biasanya akan membaik dan lurus dengan sendirinya saat anak menginjak usia 2–3 tahun.
2. Penyakit Blount
Pada kasus tertentu, kaki O terjadi karena penyakit Blount, yaitu gangguan pertumbuhan tulang di area lutut. Kondisi ini bisa dialami bayi, balita, hingga remaja. Jika Si Kecil sudah berusia 3 tahun tetapi kakinya tetap berbentuk O, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah ada gangguan pertumbuhan tulang.
3. Rakitis (Kekurangan Vitamin D dan Kalsium)
Rakitis terjadi ketika tulang tidak mendapatkan asupan kalsium, vitamin D, atau fosfor yang cukup, sehingga tulang melemah dan mudah berubah bentuk. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada balita yang kurang paparan sinar matahari atau pola makan rendah nutrisi.
Kelainan genetik tertentu juga dapat membuat tubuh anak sulit menyerap vitamin D, sehingga meningkatkan risiko rakitis.
Cara Mengatasi Kaki O Pada Balita
1. Pantau Perkembangannya Secara Berkala
Jika kaki O muncul sebagai bagian dari proses tumbuh kembang, dokter biasanya akan meminta pemantauan rutin setiap enam bulan. Tujuannya untuk memastikan bentuk tulang semakin membaik seiring pertambahan usia.
2. Penanganan Penyakit Blount
Jika pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit Blount, dokter dapat merekomendasikan penggunaan ring kawat untuk membantu meluruskan tulang. Deteksi dini sangat penting agar hasilnya lebih efektif. Jika penggunaan ring kawat belum cukup, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk mencegah kerusakan permanen pada tulang kaki anak.
3. Penanganan Rakitis
Pada kasus rakitis, dokter biasanya memberikan terapi nutrisi seperti vitamin D, kalsium, atau fosfor. Pada beberapa kondisi tertentu, pembedahan juga dapat diperlukan untuk memperbaiki bentuk tulang.
4. Terapi Fisik Setelah Penanganan
Jika Si Kecil menjalani prosedur medis seperti ring kawat atau operasi, dokter akan menyarankan terapi fisik untuk memperkuat otot dan membantu proses pemulihan tulangnya.
Perawatan Harian yang Mendukung Kenyamanan Si Kecil
Di masa tumbuh kembang, sentuhan lembut Bunda selalu memberi rasa aman bagi Si Kecil, terutama ketika ia sedang banyak bergerak dan aktif belajar menapak. Setelah mandi atau sebelum tidur, Bunda dapat mengoleskan Konicare Minyak Telon sambil memberikan pijatan lembut pada perut, punggung, atau telapak kakinya. Dibuat dari bahan alami pilihan dan essential oil dengan wangi khas bayi yang lembut, aman digunakan sejak newborn. Kehangatan alaminya membantu menjaga tubuhnya tetap nyaman, sementara pijatan lembut Bunda dapat membuatnya lebih rileks dan tidur lebih nyenyak. Walaupun perawatan sederhana ini tidak berkaitan dengan meluruskan kaki, tetapi membantu menjaga kenyamanan tubuh Si Kecil selama masa tumbuh kembang yang penuh perubahan.
Jika Bunda melihat tanda kaki O pada Si Kecil, tidak perlu langsung khawatir. Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. Namun, jika bentuk kakinya tidak menunjukkan perubahan setelah usia 2–3 tahun, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan langkah penanganan yang tepat.
Semoga informasi ini membantu Bunda mendampingi tumbuh kembang Si Kecil dengan lebih tenang.